Alhamdulillah, akhirnya saya dapat menambahkan rangkaian kata-kata dalam blog ini. Â Sungguh saya sangat gembira karena kerinduan yang dulu kini sudah terobati. Awal mula saya membuat blog ini adalah untuk melatih saya dalam hal kepenulisan. Ketika saya melihat web blog lain yang ‘berseliweran’ di dunia maya ini, saya merasa ‘terbakar’ untuk menulis. Namun, seringkali api itu meredup dan padam saat didera badai tugas-tugas kuliah dan organisasi.
Seringkali, jari-jari ini terasa kaku ketika menghadapi keyboard. Seringkali, kepala ini buntu untuk menerobos alur-alur pikiran. Dan kondisi seperti itu membuat blog ini seperti “lahan tidur” yang sudah lama tak dibangunkan. Mudah-mudahan, dengan sedikit nyala api di hati kini, mampu membakar inisiasi untuk menorehkan buah pikiran dalam blog yang sederhana ini.
Suatu saat nanti, saya ingin menjadi seorang penulis yang professional. Meskipun bidang keahlian yang saya tekuni saat ini adalah bidang teknik kimia. Kemampuan menulis menjadi sebuah keharusan dan keniscayaan bagi mereka yang ingin berkontribusi lebih banyak kepada dunia dan kontribusi itu lebih tahan lama daripada sekedar diucapkan dengan lisan. Bahasa tulisan menjadi begitu penting karena dengannya proses transfer informasi menjadi lebih tersistem/terstruktur.
Menulis pun, mampu mengguncang dunia. Tulisan-tulisan yang muncul di koran atau majalah-majalah bertaraf internasional mampu mengarahkan opini publik. Contoh konvensional yang mendukung ‘postulat’ itu adalah pengopinian Osamah Bin Laden sebagai aktor kunci dalam Tragedi 11 september. Tulisan-tulisan yang muncul dalam media massa seperti mengekor mass media yang dikuasai oleh para pemfitnah. Peristiwa tersebut membuat dunia ini bagai terpecah menjadi dua kutub. Kutub pro-terorisme dan kutub kontra-terorisme. Dari situ, muncullah beberapa tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan mulai dari perang di Afghanistan, perang Irak dan belum lagi pelecehan-pelecehan HAM (Hak Asasi Muslim) di segenap penjuru bumi. Astaghfirullah…..semoga keadilan Allah akan segera meluluhlantakkan para penjajah. Allahu Akbar!!!
Maka, jari-jari ini tergerak kembali untuk menyumbangkan potensinya. Dan hati ini, tidak rela jika diri ini hanya berdiam diri tanpa sebiji zarrah pun melakukan pembelaan terhadap Ummat.
Ya..saya harus berkontribusi. Meski dengan tulisan yang sederhana ini…